Home / Pendidikan

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:36 WIB

Disdik Aceh Batasi Penggunaan Gawai di SMA, SMK, dan SLB Demi Sekolah Lebih Disiplin dan Fokus

BIMnews.id | Banda Aceh

Dinas Pendidikan Aceh resmi memberlakukan kebijakan pembatasan penggunaan gawai atau handphone di lingkungan satuan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB se-Aceh.

Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 100.3.4/1772/2026 sebagai respons atas tantangan dunia pendidikan di tengah masifnya penggunaan teknologi digital.

Surat edaran tersebut memberikan kewenangan kepada kepala satuan pendidikan untuk mengatur, membatasi, bahkan melarang penggunaan gawai selama jam sekolah berlangsung. Kebijakan ini berlaku tidak hanya bagi peserta didik, tetapi juga bagi pendidik dan tenaga kependidikan, guna memastikan proses belajar mengajar berjalan lebih tertib dan efektif.

Dalam ketentuan yang ditetapkan, setiap gawai yang dibawa ke lingkungan sekolah wajib dinonaktifkan atau disetel dalam mode senyap sejak memasuki area sekolah. Selanjutnya, gawai tersebut disimpan di tempat khusus yang disediakan pihak sekolah hingga jam pelajaran berakhir. Langkah ini diambil untuk meminimalisasi gangguan yang dapat mengalihkan perhatian dari aktivitas pembelajaran.

Baca Juga :  Danramil 26/KCG Hadiri Pelantikan Pj. Keuchik Keumireu dan Bak Sukon, Kecamatan Kuta Cot Glie

Meski demikian, pembatasan tidak bersifat mutlak. Penggunaan gawai tetap dimungkinkan dalam kondisi tertentu yang berkaitan langsung dengan kebutuhan pembelajaran, sepanjang mendapatkan izin dan pengawasan dari guru yang bersangkutan.

Selain pengaturan di lingkungan sekolah, kebijakan ini juga menekankan pentingnya peran orang tua dan wali murid. Sekolah diharapkan aktif membangun komunikasi dan kolaborasi dengan keluarga peserta didik agar penggunaan gawai dapat diarahkan secara bijak, aman, dan bertanggung jawab, baik di sekolah maupun di rumah.

Baca Juga :  Bupati Aceh Besar Hadiri Pembukaan Sekolah Rakyat, Program Unggulan Presiden Prabowo

Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP menyampaikan bahwa kebijakan ini bukanlah bentuk penolakan terhadap perkembangan teknologi, melainkan upaya menempatkan teknologi sesuai dengan fungsi dan porsinya dalam dunia pendidikan.

“Tanpa pengaturan yang jelas, penggunaan gawai berpotensi mengganggu konsentrasi belajar, menurunkan kedisiplinan, serta menghambat proses pembentukan karakter peserta didik di lingkungan sekolah,” ujar nya.

Murthalamuddin berharap, melalui pembatasan ini, sekolah-sekolah di Aceh dapat menjadi ruang belajar yang lebih kondusif, aman, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan serta pembentukan karakter generasi muda Aceh secara berkelanjutan. (***)

BIMnews.id – LINA

Share :

Baca Juga

Pendidikan

ACEH MENDAPAT PERINGKAT LIMA LULUS SNBP TAHUN 2023, PERSENTASE RASIO KELULUSAN NOMOR DUA NASIONAL

Pendidikan

Kadisdik Aceh Tinjau Pelaksanaan MPLS di Empat Sekolah Unggulan di Aceh Tengah dan Bener Meriah

Pendidikan

Kadisdik Aceh: Melalui Sekolah Unggul Garuda Transformasi, Pendidikan Aceh Siap Terbang Tinggi

Pendidikan

Syech Muharram Ajak Kepsek Jaga Khasanah Bahasa Aceh di Sekolah

Pendidikan

Telaga Art Meluncurkan Program Kelas Belajar Akting Riak 2

Pendidikan

Disdik Aceh dan USK Gelar Pelatihan STEM-C untuk Guru SMA/SMK; Kadisdik, Siapkan Generasi Unggul dan Berkarakter Hadapi Abad 21

Pendidikan

Bupati Aceh Besar Tinjau Ujian Beut Kitab Bak Sikula

Pendidikan

Bupati Aceh Besar Tinjau SD Negeri Lamlhom, Pastikan Fasilitas Belajar Semakin Layak