Home / Pendidikan

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:34 WIB

Profesor dan Disdik Aceh Duduk Semeja, Rumuskan Arah Pendidikan hingga 2045

BIMnews.id | Banda Aceh

Sejumlah profesor dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala bersama Dinas Pendidikan Aceh duduk satu meja membedah masa depan pendidikan Aceh dalam forum “Profesor Bicara Pendidikan Aceh” di Aula Dinas Pendidikan Aceh, Selasa, 19 Mei 2026.

Forum itu menjadi ruang bertemunya akademisi, legislator, kepala sekolah, dan pemangku kebijakan untuk menyampaikan berbagai kritik, gagasan, hingga solusi terhadap persoalan pendidikan di Aceh.

Dalam forum tersebut, para profesor menyoroti pentingnya penyusunan grand design pendidikan Aceh hingga 2045 agar pembangunan pendidikan tidak berjalan sendiri-sendiri di setiap jenjang.

Murthalamuddin menyebut pertemuan itu bukan sekadar diskusi seremonial, melainkan titik awal membangun kolaborasi yang lebih konkret antara kampus dan pemerintah.

Baca Juga :  Tingkatkan Kepedulian Lingkungan, Kadisdik Aceh Tinjau Implementasi Kurikulum Leuser di Aceh Timur

“Pertemuan ini hanyalah titik awal. Akan ada lanjutannya. Para guru besar juga perlu memiliki sekolah binaan sebagai pilot project di pendidikan menengah,” kata Murthalamuddin.

Selain itu, isu pelestarian bahasa daerah menjadi salah satu pembahasan paling hangat. Sejumlah peserta mendorong penguatan muatan lokal bahasa Aceh di sekolah. Namun, Kepala Sekolah dari Blangkejeren, Aguswati mengingatkan agar kebijakan tersebut juga menghargai keberagaman bahasa lokal lain di Aceh seperti Gayo, Alas, Tamiang, dan Aneuk Jamee.

Persoalan literasi dan numerasi siswa turut menjadi perhatian. Profesor FKIP USK, Prof. Mohd. Harun mendorong pembiasaan membaca 15 menit sebelum pelajaran dimulai serta menghidupkan kembali budaya menulis tangan untuk memperkuat daya ingat siswa.

Baca Juga :  Wabup Aceh Besar Terima Kunjungan Civitas Akademika Universitas Prima Indonesia

Sementara itu, Prof. Rahmah Johar mengusulkan agar program “Professor Goes To School” kembali diperluas karena dinilai efektif membantu siswa memahami pelajaran, khususnya matematika.

Dari sisi legislatif, anggota DPRA Dr. Irpannusir menegaskan pihaknya siap mendukung regulasi pendidikan, termasuk pelestarian bahasa daerah dan penertiban kutipan liar di sekolah.

Forum itu juga menyinggung pentingnya riset pendidikan, peningkatan kualitas kepala sekolah dan guru, budaya kebersihan sekolah, hingga penguatan pendidikan Islami yang terukur dan nyata dalam praktik pendidikan di Aceh.

Di akhir forum, seluruh peserta sepakat bahwa kemajuan pendidikan Aceh tidak dapat dibangun secara sektoral, melainkan membutuhkan sinergi berkelanjutan antara pemerintah, kampus, sekolah, dan masyarakat. (***)

BIMnews.id – LINA

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Dari Kekuyang Aceh Tengah, Anak-Anak Belajar Bangkit Pascabencana

Pendidikan

ACEH MENDAPAT PERINGKAT LIMA LULUS SNBP TAHUN 2023, PERSENTASE RASIO KELULUSAN NOMOR DUA NASIONAL

News

Peringati 18 Tahun Tsunami Aceh Forum PRB Aceh Adakan Simulasi Evakuasi Mandiri Gempa dan Tsunami

Pendidikan

68 SMK DI ACEH MENJADI BLUD

Pendidikan

Disdik Aceh Wajibkan Sekolah Gunakan Internet Banking Corporate untuk Dana BOS Mulai 2026
Kepala SMKN 1 Jeunieb Juara Satu Lomba Menulis Aceh UMKM Expo II 2023

Pendidikan

Kepala SMKN 1 Jeunieb Juara Satu Lomba Menulis Aceh UMKM Expo II 2023

Pendidikan

Wakil Bupati Aceh Besar Terima Audiensi Mahasiswa Fakultas Kedokteran USK

Pendidikan

Disdik Aceh Batasi Penggunaan Gawai di SMA, SMK, dan SLB Demi Sekolah Lebih Disiplin dan Fokus