BIMnews.id | Banda Aceh
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian gemilang siswa-siswi SMAN 7 Banda Aceh yang berhasil meraih 5 medali emas, 3 medali perak, dan 1 Special Award pada ajang World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Menurut Murthalamuddin, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pelajar Aceh memiliki kemampuan bersaing di level internasional dalam bidang riset, inovasi, dan teknologi apabila mendapat pembinaan yang tepat dan berkelanjutan.
“Ini adalah kebanggaan besar bagi dunia pendidikan Aceh. Anak-anak kita mampu tampil percaya diri dan bersaing dengan ribuan peserta dari berbagai negara. Prestasi ini menunjukkan bahwa generasi Aceh memiliki potensi luar biasa dalam bidang penelitian dan inovasi,” ujar Murthalamuddin, Minggu, 24 Mei 2026.
Ia menilai keberhasilan kontingen SMAN 7 Banda Aceh tidak hanya mengharumkan nama sekolah, tetapi juga membawa nama baik Aceh dan Indonesia di forum internasional. Apalagi, ajang WYIE 2026 diikuti lebih dari seribu peneliti muda dari 17 negara.
Murthalamuddin juga memberikan penghargaan kepada Kepala Sekolah Dr. Erlawana, para guru pembimbing, serta seluruh orang tua yang telah mendukung proses pembinaan para siswa selama ini.
“Prestasi sebesar ini tentu tidak lahir secara instan. Ada kerja keras, disiplin, pendampingan guru, serta semangat belajar yang luar biasa dari para siswa. Kami sangat mengapresiasi dedikasi seluruh pihak di SMAN 7 Banda Aceh,” katanya.
Lebih lanjut, ia berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi sekolah-sekolah lain di Aceh untuk terus membangun budaya riset dan inovasi di lingkungan pendidikan.
Menurutnya, pendidikan masa depan tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga kemampuan berpikir kreatif, memecahkan masalah, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami ingin semakin banyak sekolah di Aceh melahirkan inovator muda. Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan akan terus mendukung penguatan riset siswa agar lahir generasi unggul yang mampu bersaing secara global,” ujarnya.
Dalam ajang WYIE 2026, para siswa SMAN 7 Banda Aceh berhasil meraih medali emas melalui berbagai karya inovatif, mulai dari teknologi berbasis mikrokontroler, produk kesehatan herbal, hingga inovasi pemanfaatan limbah menjadi produk perawatan tubuh.
Kontingen SMAN 7 Banda Aceh sendiri telah kembali ke Banda Aceh pada Sabtu, 23 Mei 2026 dan disambut hangat oleh dewan guru, staf sekolah, serta orang tua siswa di Bandara Sultan Iskandar Muda.(***)
BIMnews.id – LINA














