Home / Pemerintah

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:35 WIB

Pemkab Aceh Besar Peringati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026

BIMnews.id | Kota Jantho

Pemerintah Kabupaten Aceh Besar memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Aceh Besar, Kota Jantho, Senin (1/6/2026). Hadir dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Aceh Besar Drs H Syukri, Setdakab Aceh Besar Bahrul Jamil SSos MSi, Danlanud Sultan Iskandar Muda Kol Pnb Suryo Anggoro M.Tr (Han), Wakapolres Aceh Besar Kompol Hadidin SH MH, Ketua Mahkamah Syariah Aceh Besar Yusnardi SHi MH, perwakilan Kodim 0101/KBA, unsur Forkopimda, para Staf Ahli Bupati, para Asisten Setdakab, Kepala OPD, dan para ASN/PPPK.

Adapun Inspektur Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 tersebut Ketua DPRK Aceh Besar Abdul Muchti S.I.Kom dan Perwira Upacara Asisten I Sekdakab Aceh Besar Farhan AP. Upacara tersebut juga dihadiri para Purna Paskibraka Aceh Besar tahun 2025.

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia, Yudian Wahyudi dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Ketua DPRK Aceh Besar Abdul Muchti mengatakan, tema yang diusung dalam peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.

Tema ini mempertegas bahwa nilai nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi. Pancasila adalah “bintang penuntun” yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 (tujuh belas ribu) pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan. “Pancasila adalah “jangkar moral” kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik,” katanya.

Baca Juga :  Bupati Syech Muharram Sebut Aceh Besar Miliki SDA Berlimpah

Sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.  Pancasila adalah fondasi dari kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang kita anut adalah instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik.

Sebagai bangsa yang besar, Indonesia terus menunjukkan kepemimpinan nyata. Kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), peran Indonesia dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi Indonesia dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah adalah pengejawantahan dari sila kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Indonesia ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia.

Untuk itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology). Kepada para Menteri dan Kepala Daerah, ia menitipkan Pancasila di tangan mereka. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan. Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita.  “Mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan kita. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bupati Aceh Besar Pimpin Rapat Lanjutan Sengketa Pilchiksung Lambheu

 Sementara itu, Sekretaris Badan Kesbangpol Aceh Besar, Doddy Mulia ST MSi menjelaskan, peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Peringatan Hari Lahir Pancasila tersebut turut dihadiri Forkopimda, para Staf Ahli Bupati, para Asisten Setdakab, Kepala OPD,  ASN/PPPK jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, serta para Purna Paskibraka Aceh Besar tahun 2025.(***)

BIMnews.id – LINA

Share :

Baca Juga

Daerah

Kasdam IM Pimpin Sidang Pantukhir Daerah Penerimaan Calon Bintara TNI AD Gelombang II TA 2025

Pemerintah

DISNAKERMOBDUK ACEH PENGUMUMAN HASIL SELEKSI TES TULIS PEMAGANGAN DALAM NEGERI TAHUN 2023

Pemerintah

KADIS KOMINSA ACEH BERSAMA STAF SILAHTURRAHMI KE PERUM LKBN ANTARA

Pemerintah

Wakil Bupati Aceh Besar Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi dan Angkutan Lebaran 2025

Pemerintah

Bupati Aceh Besar Terima Kunjungan Direktur Pencegahan Dampak Lingkungan KLHK, Bahas Tata Kelola Sampah

Pemerintah

Bupati Aceh Besar Hadiri Pelantikan Ketua TP PKK, Pembina Posyandu, dan Ketua Dekranasda se-Aceh

Pemerintah

Bupati Syech Muharram Narasumber Raker ISBI Aceh

Pemerintah

Bupati Syech Muharram Ajak Ratusan Guru Program Beut Kitab Bak Sikula Serius Ikuti Bimtek