Home / Pendidikan

Jumat, 14 Februari 2025 - 07:34 WIB

Jaksa Masuk Sekolah (JMS) Kejati Aceh, Edukasi Hukum di SMA Negeri 1 Darul Imarah Aceh Besar

BIMnews.id | Banda Aceh
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh kembali melanjutkan program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) dengan mengunjungi SMA Negeri 1 Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Kamis 13 Februari 2025

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum sejak dini di kalangan generasi muda agar mereka memahami pentingnya hukum dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Aceh, Ali Rasab Lubis pada kesempatan tersebut memberikan penyuluhan mengenai pengetahuan dasar hukum, proses hukum, serta penggunaan hak hukum yang benar kepada siswa dan siswi SMA Negeri 1 Darul Imarah.

Dalam penjelasannya, Ali Rasab mengajak para siswa untuk mengenal hukum lebih dalam dan menjauhi pelanggaran hukum, mengingat setiap pelanggaran akan berujung pada sanksi.

“kenali hukum dan jauhi hukuman adalah langkah yang tepat dalam menjaga diri kita,” ujar Ali Rasab Lubis

Ia menyampaikan bahwa hukum adalah sekumpulan peraturan yang dibuat oleh pejabat berwenang dan bersifat mengikat dan memaksa, Pelanggaran terhadap hukum akan dikenakan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.

Baca Juga :  SMK 1 GANDRAPURA BIREUN PRODUKSI SUSU KAMBING DAN RAGAM PRODUK TERNAK LAINNYA

Lebih lanjut Ali Rasab menggambarkan hukum sebagai landasan yang mengatur perilaku manusia dalam masyarakat. Itu sebabnya, Ia mengajak para siswa untuk memahami aturan hukum dan konsekuensi dari setiap tindakan mereka.

“Maka dengan memahami hukum, kita bisa menjaga diri kita dari tindakan yang melanggar, serta memastikan bahwa keadilan dan ketertiban dapat berlaku di masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, Ali Rasab juga memperkenalkan profesi jaksa kepada para siswa. Ia menjelaskan bahwa jaksa bukan hanya penegak hukum, tetapi juga pelindung keadilan bagi masyarakat.

“Seorang jaksa memiliki tanggung jawab besar dalam menegakkan hukum dan melindungi kepentingan masyarakat,” kata Ali Rasab.

Sementara Novit Irwansyah, S.H., yang turut menjadi narasumber, memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba. Ia menjelaskan dampak negatif narkoba, seperti merusak kesehatan, mengganggu konsentrasi belajar, dan merusak masa depan seseorang.

Baca Juga :  Penobatan Duta Bahasa Provinsi Aceh 2025 Dibuka, Gubernur Aceh Apresiasi Upaya Pelestarian Bahasa dan Budaya

“Narkoba tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga berdampak pada lingkungan sekitar dan masyarakat secara luas,” ungkap Novit.

Selain bahaya narkoba, Novit juga mengedukasi siswa tentang ancaman hukuman bagi pelanggaran UU ITE, bullying, dan cyberbullying.

Pada sesi tanya jawab, Beberapa pertanyaan menarik muncul dari siswa, seperti pemahaman tentang hukuman mati dan bagaimana hukum memperlakukan seseorang yang melakukan kejahatan dalam keadaan terdesak atau demi membela diri. Para siswa tampak aktif  menanyakan terhadap isu-isu hukum dan sosial yang mereka hadapi.

Kunjungan ini juga dihadiri oleh Syarwan Joni, S.Pd., M.Pd., Kepala Cabang Dinas Wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar, Kepala Sekolah, serta dewan guru SMA Negeri 1 Darul Imarah. (***)

BIMnews.id – LINA

Share :

Baca Juga

Pendidikan

‎Kadisdik Aceh Tinjau Sekolah Unggul di Aceh Tenggara, Pastikan Fasilitas dan SDM Optimal

Pendidikan

Plt Kadisdik Aceh; Pendidikan Harus Dikelola dengan Hati dan Empati

Pendidikan

Aceh Besar Dorong Akreditasi Perpustakaan Hingga Tingkat Gampong

Pendidikan

SEBANYAK 343 SISWA SMA ACEH TENGGARA SUKSES MENGIKUTI OSN TINGKAT KABUPATEN

Pendidikan

Disdik Aceh Targetkan Tuntasnya PPG Dalam Jabatan Guru Agama Islam pada Tahun 2025

Pendidikan

Bupati Aceh Besar Hadiri Pembukaan Sekolah Rakyat, Program Unggulan Presiden Prabowo

Pendidikan

93.397 Anak Yatim dan Piatu di Aceh Segera Terima Bantuan Pendidikan Tahun 2025

Pendidikan

Kadisdik Aceh Dorong Siswa SMAN 14 Iskandar Muda untuk Fokus dan Konsisten Raih Sukses