BIMnews.id | Aceh Utara
Pramuka Saka Rintisan SAR Banda Aceh kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan melalui kegiatan psikososial trauma healing bagi anak-anak penyintas bencana hidrometeorologis Aceh. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat, 6 Februari hingga Minggu, 8 Februari 2026 ini dilaksanakan di Dusun Lhok Pungki, Gampong Gunci, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.
Dusun Lhok Pungki menjadi salah satu wilayah terdampak parah dan sempat terisolir serta hilang akses pasca bencana hidrometeorologis yang melanda Aceh. Kondisi geografis dan terbatasnya akses menuju lokasi menjadi tantangan tersendiri bagi tim relawan. Namun semangat pengabdian dan kepedulian menjadi motivasi utama dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Kegiatan kemanusiaan ini secara resmi dilepas oleh Ka. Mabisaka Rintisan SAR, Kak Ibnu Harris Al Hussain, S.Si., M.Si., yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Aceh. Dalam arahannya, beliau menegaskan pentingnya respons cepat (quick response), profesionalisme, serta keselamatan dalam setiap penugasan.
“Sebagai Pramuka Saka Rintisan SAR, kita harus selalu sigap, cepat, dan tepat dalam bertindak. Berikan yang terbaik untuk masyarakat, tetap jaga kekompakan tim, disiplin terhadap prosedur keselamatan, serta utamakan keselamatan diri sebelum menolong orang lain. Jadilah relawan yang humanis, tangguh, dan berintegritas,” pesan Kak Ibnu dalam pembekalannya.
Beliau juga menekankan pentingnya empati dalam mendampingi anak-anak penyintas. Menurutnya, pemulihan psikososial sama pentingnya dengan bantuan logistik karena trauma yang dialami anak-anak memerlukan perhatian khusus dan pendekatan yang penuh kasih.
Koordinator tim lapangan, Kak Anwar, turut memberikan arahan kepada seluruh anggota sebelum turun ke lokasi. Ia mengingatkan agar setiap anggota menjaga solidaritas, komunikasi yang efektif, serta adaptif terhadap kondisi medan.
“Kita datang bukan hanya membawa bantuan, tetapi membawa harapan. Jaga nama baik Gerakan Pramuka, bekerja dengan hati, dan pastikan setiap anak yang kita temui bisa tersenyum kembali,” ujar Kak Anwar.
Kegiatan yang bertajuk Camp Harapan ke-VI ini dilaksanakan dengan berkoordinasi bersama Posko Puskornas Pramuka Peduli Aceh yang berada di Lhokseumawe. Sinergi ini memperkuat efektivitas penyaluran bantuan serta memastikan kegiatan berjalan tertib dan tepat sasaran.
Dalam pelaksanaannya, Pramuka Saka Rintisan SAR Banda Aceh bersama Puskornas Pramuka Peduli Aceh menyalurkan paket tas sekolah dan snack makanan ringan bagi anak-anak penyintas. Selain itu, tersedia layanan internet gratis untuk membantu akses komunikasi dan informasi, pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat terdampak, serta hiburan edukatif melalui program TV Tutue yang berhasil menghidupkan suasana ceria di lokasi pengungsian.
Keceriaan anak-anak yang kembali tertawa dan bermain menjadi bukti bahwa kehadiran Pramuka tidak hanya membawa bantuan fisik, tetapi juga menghadirkan semangat dan harapan baru bagi masyarakat terdampak bencana.
Melalui kegiatan ini, Pramuka Saka Rintisan SAR Banda Aceh bersama Puskornas Pramuka Peduli Aceh menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, menjadi garda terdepan dalam aksi kemanusiaan, serta mengamalkan Satya dan Darma Pramuka dalam setiap langkah pengabdian. (***)
Pewarta : Khaidir Marzuki
BIMnews.id – TAZAM









