Home / Pemerintah

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:51 WIB

Syech Muharram Hadiri Rakor Pencegahan Korupsi bersama Pemerintah Aceh dan KPK

BIMnews.id | Banda Aceh

Komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel kembali ditegaskan Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris melalui kehadirannya pada Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan Korupsi bersama Pemerintah Aceh dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang berlangsung di Aula Inspektorat Aceh, Selasa (19/5/2026).

Kehadiran Bupati Aceh Besar dalam forum strategis tersebut menjadi wujud nyata keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung penguatan sistem pencegahan korupsi sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan yang berorientasi pada pelayanan publik dan kepentingan masyarakat.

Rakor tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah SE, turut dihadiri Kasatgas KPK Wilayah I Harun Hidayat, para bupati dan wali kota se-Aceh, kepala inspektorat kabupaten/kota, kepala SKPA, serta para sekretaris daerah.

Kegiatan yang difasilitasi KPK itu menjadi forum penting dalam memperkuat pengawasan penyelenggaraan pemerintahan, mengevaluasi sistem tata kelola anggaran, serta membangun langkah-langkah antisipatif terhadap potensi penyimpangan di berbagai sektor pelayanan publik.

Baca Juga :  Puskesmas dan Koramil 19/Leupung Kecamatan Leupung, Aceh Besar melaksanakan Gotong Royong bersama lintas sektor

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah fokus utama pencegahan korupsi menjadi pembahasan, di antaranya evaluasi tata kelola pemerintahan melalui instrumen Monitoring Controlling Surveillance for Prevention (MCSP), yang merupakan pengembangan dari Monitoring Center for Prevention (MCP).

Instrumen tersebut digunakan untuk mengukur efektivitas sistem pencegahan korupsi dan tingkat kepatuhan pemerintah daerah.

Selain itu, perhatian juga difokuskan pada sejumlah sektor strategis yang dinilai memiliki potensi kerawanan, seperti pengelolaan anggaran, pengadaan barang dan jasa, sistem perizinan, pengelolaan dana hibah, dan berbagai pengelolaan anggaran pemerintah lainnya.

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah yang membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa upaya pemberantasan korupsi tidak hanya memerlukan pengawasan yang baik, tetapi juga integritas, komitmen moral, dan kesadaran kolektif.

“Pemberantasan korupsi juga membutuhkan integritas, komitmen moral, dan kesadaran kolektif. Seluruh pemangku kepentingan harus berjalan seiring untuk pengelolaan anggaran yang akuntabel dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujarnya.

Baca Juga :  Syech Muharram Minta Tingkatkan Literasi Lewat PeringatanHari Buku Nasional

Ia juga mengungkapkan bahwa capaian monitoring pencegahan korupsi di Aceh perlu ditingkatkan. Karena itu, seluruh pemerintah daerah didorong untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan korupsi secara lebih serius dan terukur.

Usai mengikuti rakor, Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris menegaskan dukungan penuh terhadap berbagai upaya pencegahan korupsi yang dijalankan pemerintah bersama KPK.

“Kami mendukung penuh upaya pencegahan korupsi yang dilakukan pemerintah dan KPK. Rakor ini penting untuk memperkuat komitmen pencegahan korupsi sehingga daerah bersih dari korupsi,” ujar Bupati Muharram Idris.

Bupati yang akrab disapa Syech Muharram itu menegaskan bahwa sejak awal memimpin Aceh Besar, komitmen membangun birokrasi yang bersih dan profesional telah menjadi perhatian utama, termasuk mencegah praktik-praktik yang dapat merusak sistem pemerintahan.(***)

BIMnews.id – LINA

Share :

Baca Juga

Pemerintah

IPTU JUMADIL MENJADI PEMBINA UPACARA DI SDN GAROT

Pemerintah

Pemkab Aceh Besar Apresiasi Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih

Pemerintah

Pemkab Aceh Besar Peringati Harkitnas 2025

Pemerintah

Bupati Aceh Besar Tinjau Persiapan Beuradeun Jelang Lomba Gampong Tingkat Provinsi Aceh

Pemerintah

Bupati Aceh Besar Buka Musrenbang Perdana RKPD 2027 Tingkat Kecamatan di Darul Imarah

Pemerintah

340 DARI PENDAFTARAN IKUT TES TERTULIS PROGRAM PEMAGANGAN DALAM NEGERI

Pemerintah

Syech Muharram Serahkan SK Pengangkatan 890 PPPK Aceh Besar Tahap I

Pemerintah

Hasil donor darah melebihi target pada Dinas tenaga kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh