Home / News

Kamis, 12 Juni 2025 - 16:28 WIB

Mantan Ketua DPA Laskar Aswaja Aceh Soroti Rencana Konser Hindia di Banda Aceh, Sebut Sarat Simbol Satanic

BIMnews.id | Banda Aceh 

Rencana konser grup musik Hindia yang dijadwalkan digelar di Banda Aceh pada hari rabu, 18/6/2025 di taman budaya mendapat sorotan tajam dari berbagai kalangan dan tokoh masyarakat setempat.

Salah satunya datang dari Junaidi Yusuf, mantan Ketua Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Garda Laskar Aswaja Aceh periode 2020–2025, yang menyampaikan kekhawatirannya terhadap dugaan muatan simbol-simbol yang dinilai bertentangan dengan syariat Islam.

Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi pada Kamis (12/6/2025), Junaidi menyoroti sejumlah potongan video konser penyanyi Hindia—nama panggung dari Daniel Baskara Putra—yang viral di media sosial.

Ia menyebut bahwa banyak warganet menduga adanya indikasi penyisipan simbol-simbol satanic dan ajaran menyimpang dalam pertunjukan maupun lirik lagu sang musisi.

“Dari hasil penelusuran kami melalui platform seperti TikTok, Instagram, serta unggahan netizen, ditemukan dugaan penggunaan simbol-simbol yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam di atas panggung.

Baca Juga :  Minggu Besok, 1.105 Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Ikut Asesmen Kompetensi Kepala SMA, SMK, dan SLB se-Aceh

Bahkan dalam salah satu lagu terdapat lirik ‘ku doakan kita semua masuk neraka’ yang diikuti oleh para penonton,” ujar Junaidi.

Menurutnya, ekspresi seni semacam itu berpotensi menyesatkan dan tidak sejalan dengan kaidah serta norma hukum syariat yang berlaku di Aceh.

Ia juga menilai bahwa Aceh sebagai wilayah dengan kekhususan penerapan syariat Islam, tidak seharusnya menjadi tempat bagi konser yang dianggap kontroversial tersebut.

Junaidi turut mengajak Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), Satpol PP-Wilayatul Hisbah, pihak kepolisian, serta instansi perizinan dan stakeholder lainnya agar tidak memberikan izin konser Hindia di Banda Aceh.

Dia juga mengingatkan kepada pihak penyelenggara, khususnya panitia mahasiswa dari salah satu universitas di Aceh, untuk mempertimbangkan reaksi masyarakat sebelum memaksakan gelaran tersebut.

Baca Juga :  APAM Demo : Meminta Pemerintah Pusat Harus Serius Realisasi Anggaran PON Aceh

“Apabila konser tetap dipaksakan, kita semua khawatir adanya penolakan yang masif dari masyarakat yang terjadi di lapangan”.

Kepada seluruh stakeholder pengambilan kebijakan harus memperhatikan persoalan ini secara terukur sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Sebagai informasi, Baskara Putra dikenal sebagai musisi alternatif dan vokalis grup .Feast, yang kemudian memulai karier solonya pada tahun 2018 dengan nama Hindia.

Baskara kerap mengangkat tema sosial dalam karyanya dan memiliki label rekaman independen bernama Sun Eater Coven.

Meski pernah merespons isu tudingan simbol Illuminati dalam unggahan lama di platform X (Twitter), kontroversi tersebut kini kembali mencuat seiring rencana konsernya di Aceh. (***)

BIMnews.id – LINA

Share :

Baca Juga

News

Serah Terima Dan Pengantar Tugas Dari Camat Lama Ke Camat Baru Kec. Montasik Kab. Aceh Besar

News

Personel Polsek Jangka Bersama Muspika Bersihkan Sampah di Lokasi Wisata

News

PELATIHAN MITIGASI KEBENCANAAN MENUJU DESA TANGGUH BENCANA DI ACEH

News

Pemkab Pulau Buru Kirim 2.000 Botol Minyak Kayu Putih untuk Korban Bencana Aceh

News

STUDI IMPLEMENTASI DIGITALISASI PENDAPATAN DAERAH TERHADAP PENYEMPURNAAN SISTEM ELEKTRONIK PENDAPATAN RAKYAT ACEH DAN MODERNISASI LAYANAN DIGITAL PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH

News

Menyambut HBA Ke 63, Kajati Aceh Laksanakan MTQ Antar Kantor Kejaksaan Tinggi Se-Aceh

News

Kapolda Aceh Laksanakan Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara bersama Kapolri

News

JAKSA MENYAPA MELALUI RADIO BAITURRAHMAN KOTA BANDA ACEH