BIMnews.id | Aceh Besar
Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Paralegal bagi guru yang diselenggarakan Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Aceh resmi dibuka di Aula Kantor Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Aceh, Jumat (17/April/2026). Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari hingga 19 April 2026, diikuti kepala sekolah, guru, mahasiswa, serta sejumlah pemangku kepentingan pendidikan di Aceh.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP, dalam sambutannya menegaskan pentingnya membangun paradigma baru dalam dunia pendidikan. Ia menyebut guru sebagai profesi mulia yang harus dihormati dan dijaga martabatnya.
“Guru adalah manusia yang sangat terhormat. Karena itu, perlu ada upaya bersama untuk mengangkat harkat dan martabat guru,” ujarnya.
Murthalamuddin juga mendorong kolaborasi antara organisasi profesi seperti PGRI dengan lembaga bantuan hukum untuk membentuk LBH khusus guru. Menurutnya, guru tidak boleh merasa rendah diri, melainkan harus berani memperjuangkan hak dan perlindungan hukum.
“Kegiatan ini harus menjadi langkah nyata untuk memperkuat posisi guru di tengah-tengah masyarakat karena guru adalah pelopor utama pendidikan,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa pendidikan bukanlah ladang ekonomi, melainkan pengabdian untuk mencerdaskan anak bangsa.
“Apa yang kita lakukan di sekolah adalah upaya mencerdaskan generasi, bukan berdagang. Sekolah bukan sumber ekonomi,” katanya.
Lebih lanjut, Kadisdik menekankan pentingnya pemahaman hukum di lingkungan sekolah. Ia berharap peserta diklat paralegal mampu menjadi penggerak penegakan aturan di sekolah.
“Guru harus paham hak dan perlindungan hukum agar tidak salah kaprah dan tidak takut dalam menjalankan tugas profesionalnya,” jelasnya.
Ia juga menyinggung berbagai persoalan disiplin di sekolah, seperti pelanggaran aturan oleh siswa, yang menurutnya perlu disikapi dengan pendekatan hukum yang tepat.
“Melalui pelatihan ini, guru diharapkan bisa menjadi garda terdepan menjaga pendidikan tetap berada di jalur yang benar,” tambahnya.
Murthalamuddin menyampaikan apresiasi kepada YARA atas kontribusinya dalam mendukung guru di Aceh. Ia berharap ke depan akan lahir LBH Guru Aceh sebagai wadah perlindungan dan advokasi.
“Dengan adanya perlindungan, guru bisa lebih optimal mengembangkan potensi tanpa takut tekanan atau persoalan hukum,” ungkapnya.
Menurutnya, guru yang bermartabat akan melahirkan pendidikan yang berintegritas, yang pada akhirnya mencetak generasi cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia. Ia pun mengajak seluruh peserta memanfaatkan pelatihan ini secara maksimal.
“Apa yang diperoleh hari ini harus mampu membangkitkan pendidikan Aceh ke arah yang lebih baik sehingga mutu pendidikan juga akan ikut baik meningkat,” tutupnya.
Kegiatan ini turut dihadiri anggota DPR RI asal Aceh Dr. M. Nasir Djamil, M.Si., Kepala Kanwil HAM Banda Aceh yang diwakili oleh Ardiningrat Hidayat A.MD IM. SH. MPA, Ketua YARA Safaruddin, SH,. MH serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh Salman S.Pd., M.Ag, bersama sejumlah pejabat dan praktisi pendidikan lainnya. (***)
BIMnews.id – LINA















