BIMnews.id | Banda Aceh
Dinas Pendidikan Aceh terus mendorong peningkatan kualitas pembelajaran melalui pendekatan inovatif. Hal tersebut ditandai dengan dibukanya kegiatan Training of Trainer (ToT) Mendesain Pembelajaran STEM Inklusif melalui model kemitraan sekolah dan universitas berbasis lesson study.
Pelatihan ini diselenggarakan oleh Universitas Bina Bangsa (UBBG) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Aceh, sebagai upaya memperkuat kemitraan sekolah dengan universitas dalam peningkatan kompetensi pendidik. Melalui model lesson study, peserta dilatih merancang pembelajaran STEM yang inklusif, kontekstual, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP, secara resmi membuka kegiatan tersebut pada Kamis (15/01/2026) di Aula Dinas Pendidikan Aceh. Pelatihan ini diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri atas pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, dan mahasiswa.
Dalam sambutannya, Murthalamuddin menegaskan bahwa pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) menjadi kunci untuk membangun pola pikir kritis, kolaboratif, dan adaptif bagi peserta didik.
“STEM bukan sekadar penguasaan teknologi, tetapi bagaimana guru mampu mengaktualisasikan pengetahuan untuk mendorong siswa berpikir logis, kreatif, dan berani mengeksplorasi potensi dirinya,” ujarnya singkat.
Selain menekankan literasi sains dan teknologi, kegiatan ini juga mendorong guru untuk memanfaatkan sumber belajar digital, media sosial, serta isu-isu aktual ekonomi dan teknologi global sebagai bahan pembelajaran di kelas.
“Melalui kegiatan ini, sekolah-sekolah di Aceh mampu melahirkan proyek perubahan berbasis STEM yang berkelanjutan serta meningkatkan kualitas pendidikan Aceh agar lebih kompetitif di tingkat nasional,” rutupnya. (***)
BIMnews.id – LINA















