BIMnews.id | Banda Aceh
Dinas Pendidikan Aceh resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor 400.3.8/2048 tentang Kegiatan Pembelajaran Bulan Ramadhan, Libur Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H.
Edaran yang ditandatangani Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, pada 10 Februari 2026 tersebut menjadi pedoman bagi SMA, SMK, dan SLB se-Aceh dalam mengisi bulan suci dengan kegiatan yang edukatif dan religius.
Dalam edaran tersebut ditetapkan bahwa tanggal 16, 18, 19, 20 dan 21 Februari 2026 merupakan libur awal Ramadhan. Selama periode ini, peserta didik melaksanakan pembelajaran mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat sesuai penugasan sekolah.
Satuan pendidikan diminta memberikan tugas penulisan esai bertema “Resolusi Ramadhanku” yang dipresentasikan sebelum atau sesudah shalat Dzuhur berjamaah.
Selanjutnya, pada 23 Februari hingga 14 Maret 2026, kegiatan pembelajaran dilaksanakan di satuan pendidikan dengan penguatan nilai keimanan, ketakwaan, akhlak mulia, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.
Bagi peserta didik beragama Islam dianjurkan mengikuti tadarus Al-Qur’an, pesantren kilat, serta kajian keislaman terintegrasi dengan mata pelajaran. Sementara itu, peserta didik kelas XII difokuskan pada bimbingan persiapan UTBK.
Satuan pendidikan juga diarahkan melaksanakan program Ramadhan Seumeugleh, yakni gotong royong membersihkan meunasah dan masjid di sekitar sekolah yang dikoordinasikan oleh Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Selain itu, pembiasaan “Tujoh Peubiasa Aneuk Aceh Meutuah Ngon Meuadab” dipantau melalui jurnal Ramadhan yang menjadi bagian dari penilaian pembentukan karakter.
Libur bersama Idul Fitri ditetapkan pada 16 hingga 24 Maret 2026, dan kegiatan pembelajaran aktif kembali pada 25 Maret 2026. Selama Ramadhan, jam belajar berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga waktu Dzuhur, khusus Jumat berakhir pukul 11.00 WIB.
Murthalamuddin menegaskan, edaran ini tidak hanya mengatur teknis pembelajaran, tetapi juga memperkuat komitmen pembentukan karakter peserta didik yang religius dan berakhlak.
Ia juga mengingatkan seluruh satuan pendidikan untuk mendukung terwujudnya Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani di lingkungan pendidikan Aceh.(***)
BIMnews.id – LINA














