Home / Pendidikan

Sabtu, 24 Januari 2026 - 10:40 WIB

Tak Layak Lagi Digunakan, SMAS dan SMPS Bustanul Ulum Minta Pembangunan Relokasi Pasca Banjir

BIMnews.id | Bener Meriah

Banjir bandang yang melanda Kabupaten Bener Meriah hampir dua bulan lalu masih menyisakan duka dan dampak kerusakan yang mendalam, khususnya bagi dunia pendidikan. Salah satu sekolah yang terdampak parah adalah SMAS dan SMPS Terpadu Bustanul Ulum Kabupaten Bener Meriah.

Kondisi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala SMAS Bustanul Ulum, Jailani, S.Ag, saat menerima kunjungan Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin, S.Pd., MSP, bersama tim Humas pada Selasa, (20/01/2026)

Dalam keterangannya, Jailani menjelaskan bahwa banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada 26 November 2025 menyebabkan kerusakan berat pada sejumlah fasilitas sekolah. Letak sekolah yang berada di pinggir aliran sungai membuat bangunan sangat rentan terhadap banjir dan longsor susulan.

“Pasca banjir, ada beberapa gedung yang tidak bisa lagi kami fungsikan. Lokasi sekolah kami berada di pinggir sungai, sehingga kami sangat khawatir akan adanya banjir susulan,” ujar Jailani.

Baca Juga :  Tidak Perlu Tes Bagi 3.043 orang pelamar yang menjadi Prioritas 1 (P1) bagi Seleksi Guru ASN PPPK Tahun 2023

Ia menyebutkan, gedung asrama siswa, ruang kelas, hingga kantor sekolah mengalami retakan serius dan tidak lagi layak digunakan. Bahkan, gedung leb di bagian belakang sekolah telah terjadi longsor, termasuk jembatan penghubung ke pemukiman warga dan ke kota yang ikut terdampak.

“Musala putra juga tidak bisa kami manfaatkan lagi karena tangganya ambruk, besinya sudah rusak. Begitu juga dengan perumahan guru, perpustakaan, ruang kepala sekolah, ruang administrasi, ruang guru, serta tiga unit ruang belajar, semuanya tidak bisa digunakan lagi,” jelasnya dengan nada sedih.

Tak hanya kerusakan bangunan, tragedi banjir bandang ini juga merenggut satu orang guru, yang gugur saat berusaha menyelamatkan siswa.

Baca Juga :  Kasiren Korem 012/TU Beri Pencerahan kepada Mahasiswa Baru AKN

“Kami sangat berduka. Seorang guru kami, almarhum Sandika, meninggal dunia sekitar pukul 03.00 dini hari. Beliau terjebak di kamar mandi saat berupaya menyelamatkan siswa, hingga bangunan ambruk dan beliau terbawa arus banjir,” tutur Jailani.

Atas kondisi tersebut, pihak sekolah secara resmi menyampaikan permohonan bantuan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia agar dapat membantu pembangunan dan relokasi gedung sekolah yang telah hancur dan tidak dapat difungsikan lagi.

“Kami sangat berharap kepada Bapak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia untuk membantu kami dalam relokasi dan pembangunan kembali gedung SMAS dan SMPS Terpadu Bustanul Ulum. Agar proses pendidikan di dayah kami bisa kembali normal pasca bencana banjir bandang ini,” ungkapnya penuh harap.(***)

BIMnews.id – LINA

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Telaga Art Meluncurkan Program Kelas Belajar Akting Riak 2

Pendidikan

Bupati Aceh Besar Lantik 6 Kepsek dan Serahkan SK Perpanjangan 356 Formasi Guru PPPK

Pendidikan

Kadisdik Aceh Ajak Siswa SDIT Nurul Ishlah Disiplin dan Patuh demi Masa Depan Gemilang

Pendidikan

Kadisdik Aceh Inspirasi Siswa SMA Modal Bangsa Terapkan Growth Mindset Sejak Awal

Pendidikan

Kadisdik Aceh : Wujudkan Sekolah Berkulalitas dan Cetak Lulusan Siap Kerjah

Pendidikan

Cabdin Aceh Jaya Selenggarakan Bimtek Pengintegrasian Pendidikan Karakter Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar

Pendidikan

BIR PLETOK DARI ACEH TIMUR MENJADI DAYA TARIK PENGUNJUNG DI EXPO BLUD SMK SE-ACEH

Pendidikan

KACABDIN BIREUN BENTUK FORUM BURSA KERJA KHUSUS SOLUSI TAMATAN SMK