Home / News

Sabtu, 6 Desember 2025 - 14:17 WIB

Pemprov Aceh Wajibkan Pelaporan Terpusat untuk Atur Distribusi Bantuan Bencana

BIMnews.id | Banda Aceh

Pemerintah Aceh meminta seluruh bantuan bagi korban banjir dan longsor dilaporkan secara terpusat ke Posko Tanggap Darurat yang berlokasi di Kantor Gubernur Aceh. Kebijakan ini bertujuan memastikan distribusi bantuan lebih merata dan mencegah penumpukan di satu titik.

Juru Bicara Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin, yang juga Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, menyampaikan bahwa pelaporan dilakukan semata-mata untuk pendataan, bukan untuk menambah proses birokrasi.

“Cukup dilaporkan saja bantuan yang dibawa, termasuk jika ada tenaga medis atau relawan. Kami menemukan ada wilayah yang bantuannya menumpuk, sementara wilayah lain belum terjangkau,” ujarnya dalam konferensi pers di Media Center, Kamis (4/12/2025).

Baca Juga :  Kas Pani, Harumkan Aceh Singkil di Apresiasi GTK 2025, Dedikatif untuk Pendidikan Kepulauan

Menurut Murthalamuddin, melalui sistem pelaporan, posko dapat mengarahkan bantuan sesuai kebutuhan daerah terdampak tanpa prosedur izin tambahan. Relawan juga dapat melapor ke Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di lantai 3 Kantor Gubernur Aceh, yang memegang data wilayah yang sudah maupun belum menerima bantuan.

Murthalamuddin menjelaskan bahwa penyaluran bantuan masih terkendala akses darat yang terputus di banyak lokasi. Sejumlah jalan tertimbun lumpur setinggi lebih dari satu meter, jembatan rusak, dan longsor menutup sejumlah ruas.

“Kondisi tanah yang tampak keras di permukaan namun lembek di bawah menyebabkan kendaraan mudah terjeblos. Beberapa bantuan bahkan harus disalurkan melalui rantai manusia, dan sejumlah relawan berjalan kaki menuju desa yang masih terisolasi,” jelasnya.

Baca Juga :  RAPI WILAYAH ACEH BESAR AKAN ADAKAN SILATURAHMI ANGGOTA

Selain hambatan akses, pemulihan komunikasi di daerah terdampak juga belum optimal. Kemkomdigi RI menargetkan pemulihan jaringan mencapai sekitar 70 persen dalam pekan ini. Namun proses tersebut bergantung pada ketersediaan listrik. Perangkat Starlink yang ditempatkan di lapangan memerlukan suplai daya, sementara beberapa BTS rusak akibat terendam banjir.

“Jika baterai habis dan listrik tidak tersedia, perangkat otomatis mati. Begitu juga dengan genset yang tidak dapat beroperasi tanpa BBM. Ini menjadi tantangan tambahan dalam memulihkan komunikasi,” ujarnya. (***)

BIMnews.id – LINA

Share :

Baca Juga

Daerah

PANGDAM IM HADIRI ACARA PEMBUKAAN LIGA SANTRI PIALA KASAD

News

Ikatan Alumni Fakultas Teknik USK Dikukuhkan

News

Polisi Ringkus Dua Pria Spesialis Pencuri Becak di Banda Aceh

News

Sambut Hari Bhayangkara, Polresta Gandeng Komunitas Gelar Safety Riding di Banda Aceh

News

Pangdam IM Pimpin Ziarah Nasional di TMP Banda Aceh

News

PD IWO Aceh Besar Gelar Rakerda 2025–2030, Perkuat Konsolidasi dan Arah Organisasi

News

Waspada, Iming-iming Gaji Tinggi Bekerja di Luar Negeri Jadi Salah Satu Modus TPPO

News

Seorang Jaksa Merupakan Upaya Pembelajaran yang Tidak Berkesudahan