Home / Pendidikan

Senin, 19 Januari 2026 - 16:50 WIB

Dari Sekolah untuk Laut; Langkah Kecil Siswa SMA 1 Lhoknga Lepas 79 Tukik Penyu Aceh

BIMnews.id | Aceh Besar

Upaya besar selalu berawal dari langkah kecil. Hal itulah yang ditunjukkan oleh siswa, guru, dan kepala sekolah SMA Negeri 1 Lhoknga melalui aksi nyata konservasi penyu di Pantai Lampuuk, Lhoknga, Aceh Besar, Kamis 15 Januari 2026.

Sebanyak 79 tukik penyu dilepaskan ke laut setelah berhasil ditetaskan dari 107 butir telur penyu yang sebelumnya dibeli dari masyarakat. Telur-telur tersebut kemudian ditetaskan oleh para siswa sebagai bagian dari proyek pembelajaran berbasis lingkungan dan pembentukan karakter.

Pelepasan tukik dilakukan secara simbolis oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP, bersama kepala sekolah, dewan guru, dan para siswa. Kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi pendidikan dan pelestarian alam yang berdampak langsung pada keberlanjutan ekosistem laut.

Dalam arahannya, Murthalamuddin menegaskan bahwa apa yang dilakukan SMA Negeri 1 Lhoknga mungkin terlihat kecil dari sisi jumlah, namun sangat besar dari sisi nilai dan keberlanjutan.

Baca Juga :  Kejati Aceh Edukasi SMKN 1 Banda Aceh Kampanye Anti Korupsi

“Hal besar selalu dimulai dari hal-hal kecil. Walaupun secara persentase jumlah telur yang diselamatkan ini kecil dibandingkan yang dijual atau dikonsumsi, tetapi inilah upaya nyata yang harus terus kita lakukan. Ini adalah investasi untuk masa depan anak-anak kita dan lingkungan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa konservasi penyu bukan hanya soal menyelamatkan satwa, tetapi juga membangun kesadaran generasi muda untuk mencintai alam dan kehidupan yang berkelanjutan.

“Penyu adalah hewan yang lemah, tetapi ia tahu ke mana arah hidupnya—kembali ke laut. Anak-anak kita juga harus tahu arah masa depan mereka, yaitu hidup selaras dengan alam. Apa yang dilakukan siswa SMA 1 Lhoknga harus menjadi inspirasi bagi seluruh sekolah di Aceh,” tambahnya.

Baca Juga :  Wagub Aceh Dampingi Menteri Kebudayaan Kunjungi Seniman, Anak Yatim dan Warga Huntara di Aceh Tamiang

Murthalamuddin mendorong agar seluruh satuan pendidikan di Aceh, mulai dari SMA, SMK, hingga SLB, memiliki proyek perubahan, baik dalam bentuk pelestarian lingkungan maupun pembentukan karakter siswa.

“Sekolah wajib punya gerakan nyata. Bisa konservasi, pojok baca lingkungan, atau program lain yang mendorong anak-anak mencintai alam, mencintai kehidupan. Karena alam yang kita jaga hari ini adalah warisan yang akan mereka nikmati dan wariskan kembali kepada generasi berikutnya,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan siswa dalam proses penetasan hingga pelepasan tukik, karena pengalaman langsung tersebut akan membentuk kepedulian yang lebih mendalam.

“Kebahagiaan terbesar adalah ketika anak-anak kita menjadi bagian dari penyelamatan alam. Laut dan penyu ini kelak milik mereka. Kita mungkin tidak bisa menghentikan semuanya sekaligus, tetapi kita bisa memulainya,” tutupnya.(***)

BIMnews.id – LINA

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Kadisdik Aceh Tinjau Pelaksanaan MPLS di Empat Sekolah Unggulan di Aceh Tengah dan Bener Meriah

Pendidikan

Kadisdik Aceh Buka Raker Pengawas SMA/SMK/SLB se-Aceh: Dorong Transformasi Pendidikan Berbasis Iman, Taqwa, dan Digitalisasi

Pendidikan

Rapor Pendidikan Aceh 2025 : Aceh Naik Kelas

Pendidikan

Kejati Aceh Gelar Program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) di SMK Negeri I Al-Murbarkeya, Aceh Besar  

Pendidikan

Wabup Aceh Besar Apresiasi Mahasiswa KKN USK

News

Peringati 18 Tahun Tsunami Aceh Forum PRB Aceh Adakan Simulasi Evakuasi Mandiri Gempa dan Tsunami

Pendidikan

SMK PP Negeri Saree Laksanakan Workshop Implementasi Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Pendidikan

Pemerintah Aceh Dorong Penguatan Karakter Peserta Didik Melalui TP UKS dan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat