Home / News

Senin, 4 Mei 2026 - 13:13 WIB

Bupati Aceh Besar Tegaskan Bahasa Aceh sebagai Identitas yang Harus Dijaga Lintas Generasi

BIMnews.id | Kota Jantho

Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris (Syech Muharram), menegaskan pentingnya menjaga bahasa Aceh sebagai identitas utama masyarakat Aceh yang kini mulai tergerus oleh perkembangan zaman.

Syech Muharram mengingatkan, bahasa Aceh bukan sekadar alat komunikasi, melainkan simbol jati diri yang harus dijaga lintas generasi.
“Bahasa Aceh merupakan bahasa khas kita yang menjadi identitas kita sebagai orang Aceh. Apabila bahasa Aceh itu hilang, maka kita merupakan generasi yang gagal karena tidak mampu menjaga identitas yang kini mulai tergerus,” ujarnya, saat menyampaikan sambutannya pada pembukaan Seminar Meuseuraya Adat di Aula Kebidanan Poltekkes Aceh, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (3/5/2026).

Ia menjelaskan adanya pergeseran penggunaan bahasa dari generasi ke generasi. Menurutnya, generasi pertama yakni para nenek terdahulu hanya menggunakan bahasa Aceh. Generasi kedua, yakni orang tua, umumnya menggunakan bahasa Aceh dan memahami bahasa Indonesia, meskipun belum fasih berdialog. Sementara generasi ketiga saat ini sudah mampu menggunakan kedua bahasa tersebut.

Baca Juga :  PELAKU WISATA ACEH GELAR TEMU RAMAH DAN BUKA PUASA BERSAMA

Namun, kondisi yang terjadi pada generasi anak-anak saat ini justru berbanding terbalik.
“Anak-anak kita sekarang lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia dan hanya memahami bahasa Aceh, namun tidak mampu berdialog. Ini tentu menjadi perhatian serius bagi kita semua,” katanya.

Melihat kondisi tersebut, Bupati Aceh Besar mengungkapkan bahwa Pemkab Aceh Besar saat ini merencanakan program penggunaan bahasa Aceh selama tiga hari di sekolah sebagai upaya pelestarian bahasa daerah.

“Kita berharap, dengan adanya program penggunaan bahasa Aceh di sekolah nantinya anak-anak kita dapat menggunakan bahasa Aceh dan terus melestarikannya,” tuturnya.

Selain persoalan bahasa, Bupati Syech Muharram juga menyoroti masih adanya kesalahan dalam penerapan hukum syariat dan hukum adat di tengah masyarakat, seperti dalam praktik gadai-menggadai. Ia berharap persoalan tersebut dapat dibahas secara mendalam dalam forum-forum adat.

Syech Muharram juga menekankan pentingnya pelaksanaan kegiatan beut kitab di tingkat kecamatan yang diikuti oleh para pengambil keputusan di tingkat gampong dan mukim.

Baca Juga :  TGM (Terapis Gigi dan Mulut) Se Provinsi Aceh Laksanakan Camping Kebersamaan

“Dengan pemahaman yang baik, maka pageu gampong dapat kita wujudkan di setiap desa untuk menjaga masyarakat dari pengaruh negatif,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Aceh Besar mengingatkan pentingnya menjaga budaya Aceh, termasuk berbagai pantangan yang diwariskan oleh para leluhur sebagai bagian dari kearifan lokal.

“Penting bagi kita untuk mewariskan nilai-nilai ini kepada generasi penerus agar mereka tidak salah dalam mengambil sikap terhadap berbagai persoalan,” terangnya.

Di akhir sambutannya, Bupati menyampaikan komitmennya untuk mengembalikan identitas masyarakat Aceh Besar sebagai generasi yang kuat dalam adat dan budaya, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung program pemerintah daerah.

“Kami ingin mengembalikan identitas generasi yang tangguh dalam adat budaya Aceh. Kami mohon dukungan dari semua pihak terhadap apa yang direncanakan dan dijalankan oleh Pemerintah Aceh Besar,” pungkasnya.(***)

BIMnews.id – LINA

Share :

Baca Juga

News

Ditresnarkoba Polda Aceh Musnahkan Barang Bukti Sabu Seberat 21 Kg

News

Kapolda Aceh dan Pangdam IM Pimpin Apel Pasukan Ops Mantap Brata Seulawah 2023-2024

News

WAGUB ACEH AJAK PERKUAT SINERGI DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN PADA HARI JADI KE-27 ACEH SINGKIL

News

Kombes Winardy Imbau Masyarakat Tidak Jalankan Aktivitas Tambang secara Ilegal

News

Pangdam IM Membuka Langsung Expo Semarak Kemerdekaan RI ke 78 Tahun 2023

News

Kapolres Sabang Silaturahmi ke Pesantren Darul Wa’di

News

Bupati Aceh Besar Terima Audiensi Danyonif 117/KY

News

Kapolsek Trienggadeng Sukses Selesaikan Permasalahan Warga dengan Mediasi