Home / Pendidikan

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:23 WIB

Dari Kekuyang Aceh Tengah, Anak-Anak Belajar Bangkit Pascabencana

BIMnews.id | Banda Aceh

Di tengah keterbatasan akibat bencana, harapan tumbuh dari ruang-ruang sederhana tempat anak-anak berkumpul untuk belajar dan bermain. Di Desa Kekuyang, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, puluhan anak mengikuti kegiatan dukungan psikososial sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan pendidikan pascabencana.

Sebanyak 75 anak berpartisipasi dalam kegiatan Psychosocial Support Activity (PSA) atau trauma healing yang dilaksanakan Save the Children Indonesia. Anak-anak mengikuti kegiatan dengan antusias, bernyanyi, bermain, dan berbagi cerita. Di sela aktivitas, mereka mengungkapkan kerinduan untuk kembali bersekolah secara normal, setelah proses belajar mengajar saat ini masih berlangsung tiga hari dalam sepekan.

Baca Juga :  Kukuhkan Pengurus BAPOPSI Kabupaten dan Kecamatan, Bupati Syech Muharram Minta Pengurus Hindari Praktik KKN

Kegiatan tersebut dilaporkan oleh perwakilan Save the Children Indonesia kepada Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, pada Sabtu (24/1/2026).

Save the Children juga menyampaikan komitmennya untuk terus menjangkau desa dan sekolah terisolir, khususnya di wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah, sebagai bagian dari pemulihan pendidikan anak.

Pemerintah Aceh menyambut baik upaya tersebut. Murthalamuddin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat langsung di lapangan dalam menjaga agar proses belajar dan mengajar tetap berlangsung, meski dalam situasi darurat.

Baca Juga :  KONFERENSI NASIONAL PENGELOLAAN RISIKO BENCANA BERBASIS KOMUNITAS XVI 2024 DI ACEH

“Di masa pemulihan, pendidikan bukan hanya soal pelajaran di kelas, tetapi juga tentang memulihkan rasa aman dan semangat anak-anak,” ujarnya.

Menurut Murthala, pemulihan pendidikan pascabencana membutuhkan tanggung jawab sosial bersama. Pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat memiliki peran masing-masing untuk memastikan hak anak atas pendidikan tetap terpenuhi.

Dari Desa Kekuyang, optimisme itu perlahan tumbuh. Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna, menghadirkan rasa aman dan kebersamaan, anak-anak kembali belajar menatap masa depan, beranjak keluar dari bayang-bayang bencana.(***)

BIMnews.id – LINA

Share :

Baca Juga

Pendidikan

PRODUK UNGGULAN KOPI BENER MERIAH MENJADI DAYA TARI PENGUNJUNG DI EXPO BLUD SMK SE-ACEH

Pendidikan

Bupati Aceh Besar Berikan Pembekalan untuk 1800 Mahasiswa KKN Reguler XXVI dan Literasi USK Tahun 2025

Pendidikan

Kadisdik Aceh: Melalui Sekolah Unggul Garuda Transformasi, Pendidikan Aceh Siap Terbang Tinggi

Pendidikan

SAIFULLAH SEBUT FITNAH DIRINYA DICOPOT GARA-GARA TIDAK MAU SETOR PADA LAUCHING BLUD

Pendidikan

Pemerintah Aceh Usulkan Pembangunan Sekolah Rakyat di SMA 2 Unggul Ali Hasymy

Pendidikan

Sinergitas IGI Banda Aceh – Potret Galery Bagi-Bagi Majalah Anak Cerdas di SDN 72 Banda Aceh

Pendidikan

Plt. Kadisdik Aceh Tekankan Penguatan MGMP dan Hilangkan Mental Gap

Pendidikan

Aceh Peringkat 5 Nasional dalam Jumlah Kelulusan SNBP 2025